Senin, 08 Oktober 2012

Masa Bayi


Masa Bayi

Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Label masa  bayi akan digunakan untuk membedakannya  dengan periode pascanatal yang ditandai dengan keadaan sangat tidak berdaya.Setiap hari , setiap minggu , dan setiap bulan bayi semakin mampu mandiri sehingga saat masa bayi berakhir pada ulang tahun kedua ia menjadi seorang manusia yang berbeda dengan awal masa bayi.



2.2 Ciri-Ciri Masa Bayi
Ciri-ciri tersebut membedakan masa bayi dari periode-periode sebelumnya  dan sesudahnya.  Berikut ini adalah ciri-ciri yang sangat penting .
a.      Masa Bayi Adalah Masa Dasar Yang Sesungguhnya
Masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya saat ini banyak pola perilaku , sikap dan pola ekspresi  emosi terbentuk .
b.      Masa Bayi Adalaah Masa di Mana Pertumbuhan  dan Perubahan Berjalan Pesat
Bayi berkembang pesat , baik secara fisik maupun psikologis.Perubahan ini terjadi pula pada  kemampuan .Pertumbuhan pesat terjadi pada seluruh periode bayi , namun yang terpesat adalah dalam tahun pertama.
c.       Masa Bayi Adalah Masa Berkurangnya Ketergantungan
Kemandirian bayi meningkat  dengan kemampuan berkembangnya bayi untuk mengkomunikasikan kebutuhan-kebutuhannya kepada orang lain. Dengan berkurangnya ketergantungan , bayi tidak suka “ di perlakukan seperti bayi” ia tidak lagi mau membiarkan orang lain melakukan hal-hal yang dapat dilakukannya atau yang dianggapnya dapat dilakukan sendiri.
d.      Masa Bayi Adalah Masa Meningkatnya Individualitas
Dalam meningkatkan kemandirian bayi dimana keadaan ini memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.Individualitas tampak dalam penampilan dan pola-pola perilaku,bahkan bayi kembar pun menunjukan individualitasnya.
e.       Masa Bayi Adalah Permulaan Sosialisasi
Egosentrisme yaitu diri bayi yang muda belia ,cepat berubah menjadi keinginan untuk menjadi bagian kelompok sosial.Cara bayi untuk menunjukan keinginan dan perhatiannya untuk menjadi bagian dari kelompok sosial.Salah satu caranya adalah dengan perilaku akrab.Bayi lebih dapat mengandalkan perhatian dan kasih sayang ibu atau pengganti ibu.Ia mengembangkan ikatan emosi yang kuat dengan ibunya jauh sebelum  periode masa bayi berakhir.Dari pemuasan perilaku akrab inilah berkembang  hubungan dengan orang  lain.
f.        Masa Bayi Adalah Permulaan Berkembangnya Penggolongan Peran –Seks
Tradisi pengenalan seks juga diperlakukan pada anak perempuan dan laki-laki.Tekanan pada anak perempuan untuk bersikap sesuai dengan jenis kelaminnya.Penggolongan peran -seks  merupakan bagian dari awal pendidikan anak perempuan . Secara tidak langsung anak perempuan peran- seksnya sudah  ditetapkan pada masa bayi dengan memperbolehkan mereka menangis dan menunjukan tanda-tanda lain  “kelemahan wanita” yang tidak diperkenankan pada bayi laki-laki.
g.      Masa Bayi Adalah Masa Yang Menarik
Bayi menarik karena bentuk tubuh,ketidak berdayaan dan ketergantungannya.
h.      Masa Bayi Merupakan Permulaan Kreativitas
Dalam bulan-bulan pertama bayi belajar mengembangkan minat dan sikap yang merupakan dasar bagi kreativitasnya,untuk penyesuaian diri dengan pola-pola yang diletakan oleh orang lain.
i.        Masa Bayi Adalah Masa Berbahaya
Bahaya dapat berupa bahaya fisik dan bahaya psikologis .Diantara bahaya-bahaya fisik ,yang paling parah adalah penyakit dan kecelakaan karena sering menyebabkan ketidakmampuan atau bahkan kematian.Bahaya psikologis dapat terwujud kalau diletakan dasar-dasar  yang buruk pada masa perkembangannya.



 2.3 Tugas Dalam Perkembangan Masa Bayi
Tugas dalam perkembangan bayi belum dapat sepenuhnya dikuasai pada saat masa bayi hampir berakhir.Ketika masa bayi berakhir,semua bayi normal belajar  berjalan , meskipun dengan tingkat kecakapan yang berbeda-beda.Ia  juga belajar makan makanan keras mencapai stablitas fisiologis yang cukup baik.
            Kemampuan ia  untuk berkomunikasi dengan orang lain dan untuk mengerti  apa yang  dikatakan orang lain kepada ia masih dalam tingkat yang rendah.Perkembangan yang pesat dari susunan saraf , pengerasan tulang , dan penguatan otot , memungkinkan bayi menguasai tugas-tugas perkembangan masa bayi.

 2.4 Perkembangan Fisik
Selama enam bulan pertama , pertumbuhan  terus terjadi dengan pesat seperti pada periode pranatal  dan kemudian mulai menurun . Dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun. Selama tahun pertama ,peningkatan berat tubuh  lebih besar daripada peningkatan tinggi ; selama tahun kedua sebaliknya.Pola pertumbuhan fisik bayi laki-laki dan perempuan adalah sama .
Selama periode masa bayi , perbedaan-perbedaan tidak saja terus berlangsung tetapi semakin tampak mencolok yaitu,perbedaan dalam berat lebih besar daripada perbedaan lebih tinggi . Ini disebabkan karena perbedaan berat semua bergantung pada bentuk tubuh dan sebagian lagi bergantung pada kebiasaan makan dan jenis makanan.
Pola perkembangan fisik selama masa bayi:
·         Berat, pada usia empat bulan, bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi rata-rata tiga kali berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Peningkatan berat tubuh selama bayi terutama disebabkan karena jaringan lemak
·         Tinggi, pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23 dan 24 inci ; pada usia satu tahun, antara 28 dan 30 inci, dan pada usia dua tahun, antara 32 dan 34 inci.
·         Proporsi fisik, pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai meningkat.
·         Tulang, pengerasan tulang dimulai pada awal tahun pertama, tetapi belum selesai sampai masa puber, ubun-ubun atau daeerah otak yang lunak 50 % bayi yang lahir telah tertutup pada usia 18 bulan, dan pada hampir smua bayi pada usia dua tahun telah tertutup.
·         Otot dan Lemak, urat otot berkembang lambat selama masa bayi dan lemah. Sebaliknya, jaringan lemak berkembang pesat, sebagian karena tingginya kadar lemak di alam susu yang merupakan bahan makanan pokok bagi bayi.
·         Bangun Tubuh, tiga bentuk bangun tubuh yang paling lazim adalah ektomorfik yang cenderung panjang ddan langsing, Endomorfik yang cenderung bulat dan gemuk, dan Mesomorfik, yang cenderung berat, keras, dan empat persegi panjang.
·         Gigi, rata-rata bayi mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun dan 16 pada usia dua tahun .
·         Susunan Saraf, pada waktu bayi berat otak adalah seperdelapan berat bayi, pertambahan berat otak paling pesat pada usia dua tahun.Otak kecil bertambah tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahiran.ini berlaku juga pada otak besar.
·         Perkembangan Organ Perasa, pada usia tiga bulan otot mata sudah cukup terkoorrdinasi untuk melihat sesuatu secara jelas dan nyata dan sel-sel kerucut sudah berkembang baik untuk memungkinkan bayi melihat warna. Pendengaran berkembang pesat selama waktu ini, penciuman dan pengecapan semakin membaik selam masa bayi.Bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena tekstur kulit yang tipis dank arena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, dan rasa sakit,dan suhu berkembang dengan baik.
2.5 Fungsi Psikologis
Pembentukan fungsi  psikologis diantaranya adalah pola tidur , pola makan , pola buang air  sebagai keterangan sebagai berikut  :
a.      Pola tidur , selama tahun pertama masa bayi ,rata-rata  tidur malam meningkat dari delapan setengah jam pada tiga minggu pertama hingga sepuluh jam pada dua belas minggu pertama dan selanjutnya tetap konstan selama sisa tahun tersebut.
b.      Pola makan , sejak kelahiran hingga usia empat atau lima bulan , semua pola makan adalah dalam bentuk menghisap dan menelan . Oleh karena itu , makanan haruslah dalam bentuk cair.Mengunyah umumnya barulah muncul dalam perkembangan sebulan sesudah menggigit. Setelah terbiasa dengan makanan cair akan sulit bagi bayi untuk menyesuaikan makanan yang sedikit keras.
c.       Pola buang air , pengendalian buang air besar rata-rata mulai dari usia enam bulan , sedangkan pengendalian buang air kecil mulai antara usia 15 dan 16 bulan.

2.6 Pengendalian Otot
Perkembangan pengendalian otot terjadi karena adanya faktor pematangan dan faktor belajar . Karena otot-otot , tulang-tulang , dan struktur saraf sudah matang dan karena perubahan dalam perbandingan badan maka bayi dapat menggunakan badannya secara terkoordinasi.
Pola Pengendalian Motorik:

Daerah kepala:
·         Pengandalian mata, reaksi mata dimulai kira-kira dua belas jam setelah lahir gerakan mata mencari antara minggu ketiga dan keempat, gerakan mata horizontal antara bulan kedua dan ketiga, gerakan mata vertical antara bulan ketiga dan keempat,mata berputar beberapa bulan kemudian.
·         Tersenyum, minggu pertama senyum terhaap reaksi senyuman orang lain mulai antara bulan ketiga dan keempat.
·         Menahan Kepala, dalam posisi tengkurap bayi dapat menahan kepala secara tegak pada usia satu bulan, terlentang pada usia lima bulan,dan pada posisi duduk pada usia empat dan enam bulan.
Daerah Badan
·         Berguling, bayi dapat berguling dari samping kebelakang pada usia dua bulan dan dari tengkurap kesamping pada empat bulan,pada usia enam bulan bayi dapat berguling sepenuhnya.
·         Duduk, bayi dapat ditarik duduk pada usia empat bulan,duduk dengan dibantu pada usia lima bulan, duduk tanpa dibantu sebentar pada tujuh bulan, dan duduk tanpa bantuan pada usia Sembilan bulan.
Daerah Lengan dan Tangan
·         Tangan, usaha menggenggam antara tiga dan empat bulan dan dalam mengambil benda antara delapan dan sepuluh bulan.
·         Lengan, bayi dapat meraih benda pada enam atau tujuh bulan dan dapat mengambil benda pada gerakan-gerakan acak pada usia satu tahun.
Daerah Tungkak
·         Memindahkan tubuh dengan menendang terjadi pada akhir minggu kedua, bergerak dalam posisi duduk pada usia enam bulan, merangkak pada delapan dan sepuluh bulan,pada sebelas bulan bayi bayi berjalan dengan “empat kaki” berdiri tanpa bantuan pada usia satu tahun,dan berjalan tanpa bantuan pada usia empat belas bulan.
Keterampiln-keterampilan Masa Bayi
·         Makan sendiri,pada usia delapan bulan bayi dapat memegang dot susunya sendiri dan dimasukkan kemulut,pada umur dua belas bulan bayi dapat memegang cangkir dan meminumnya sendiri,pada usia tiga belas bulan mulai makan sendiri dengan sendok dua bulan kemudian dapat menusuk makanan dengan garpu disertai tumpah, pada ulang tahun kedua bayi dapat makan dengan sempurna.
·         Berpakaian Sendiri, pada pertengahan tahun kedua bayi memakai topi dan sarung tangan dan pada akhir masa bayi dapat mengenakan dan melepaskan pakaian.
·         Mengurus diri sendiri, sebelum dua tahun kebanyakan bayi berusaha menyikat gigi dan menyisir rambut secara sendiri.
·         Keterampilan bermain, pada dua belas bulan bayi dapat bermain dengan benda yang ditemukannya.
·         Keterampilan kaki, bayi belajar melompat,memanjat, meletakan kaki pada satutangga kemudian menarik kaki yang satunya, bayi dapat berenang dengan menceburkan tangan dan menendang-nendang kaki.

2.7 Perkembangan Bicara
Berbicara merupakan sarana berkomunikasi . Untuk berkomunikasi semua individu harus menguasai dua aspek yang berbeda ;kemampuan menangkap maksud yang ingin dikomunikasikan,dan kemampuan untuk berkomunikasi.
Pengertian tugas bayi dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah pemahaman dengan perkataan orang lain daripada mengutarakan pikiran dan perasaan ia sendiri.Bentuk ekspresi muka pembicara , nada suara , dan isyarat tangan membantu bayi mengerti apa yang dimaksudkan.
Belajar berbicara bayi selama tahun pertama dan kedua mencoba memberitahukan bentuk –bentuk kebutuhan dan keinginannya dengan cara ini.Bentuk-bentuk komunikasi ini dikenal dengan “ bentuk-bentuk prabicara “.
Bentuk-bentuk komunikasi prasekolah menangis bayi neonatal berangsur berbeda sehingga pada minggu ketiga atau keempat dapat diketahui apa maksud dari bayi yang menangis melalui nada,intensitas,dan gerakan–gerakan badan yang mengiringinya.Sebelumtiga tahun kebanyakan bayi sudah belajar bahwa menangis adalah cara yang manjur untuk memperoleh perhatian. Berceloteh dimulai pada bulan kedua atau ketiga ,mencapai puncaknya pada delapan bulan dan berangsur berubah menjadi berbicara yang sesungguhnya. Isyarat sebagai pengganti bicara . Sekalipun bayi dapat mengucapkan beberapa kata banyak bayi yang menggunakan isyarat yang di kombinasikan dengan kata – kata untuk membuat kalimat. Ungkapan-ungkapan bentuk prabicara yang paling efektif adalah ungkapan emosi.Karena tidak ada yang lebih ekspresif daripada isyarat-isyarat wajah yang oleh bayi digunakan untuk mengatakan emosinya kepada orang lain.
            Tugas – tugas dalam belajar berbicara mencakup tiga tugas yang sulit dan tidak saling berhubunga. Tugas tersebut yaitu ,
·         Pengucapan, bayi mengucapkan kata-kata dengan coba-coba dengan meniru orang dewasa.
·         Membangun kosakata, bayi belajar nama-nama kata benda kemudian kata kerja kemudian kata sifat,kata ganti umumnya belum dipeljari sampai awal masa kanak-kanak,kosakata meningkat dengan bertambahnya usia.
·         Kalimat, bayi antara usia duabelas dan delapan belas bulan biasanya terdiri dari satu kata an disertai dengan isyarat.Lambat laun kata-kata merambat dalam kalimat tetapi isyarat masih banyak digunakan sampai memasuki masa kanak-kanak.

2.8 Perilaku Emosional Dalam Masa Bayi
Ada dua cirri khusus dari emosi masa bayi;
Pola emosi yang umum terdapat perbedaan dalam reaksi emosi mulai tampak dalam masa bayi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor ,terutama kondisi – kondisi fisik dan mental dari bayi pada saat muncul rangsangan dan berhasil tidaknya reaksi yang pernah diberikan dalam memenuhi kebutuhannya.
Dominasi emosi dalam masa bayi salah satu perbedaan terpenting dalam reaksi emosional meliputi dominasi  emosi menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Pola emosional yang lazim pada masa bayi
·         Kemarahan, adanya campur tangan, dan larangan terhadap keinginannya.Biasanya menangis dan melonjak-lonjak.
·         Ketakutan, biasanya suara keras, orang, barang dan situasi asing dan lain-lain.tanggapanya upaya menjauhi diri dari hal tersebutmenangis dan merengek serta menahan nafas.
·         Rasa ingin tahu, melalui ekspresi wajah menegangkan, membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Kemudian bayi akan membangkitkan rasa ingin taunya dengan memegang membolak balik melempar atau bahkan memasukan kedalam mulutnya.
·         Kegembiraan, mengungkapkanya dengan tersenyum, tertwa dan menggerakan lengan serta kakinya,bila rasa senangnya semakin besar bayi akan berteriak dengan gembira dengan gerakan tubuh makin intensif.
·         Afeksi, memeluk menepuk dan mencium barang atau orang yang di cintai.


2.9 Perkembangan Sosialisasi
Kehidupan sosial bayi berpusat  disekitar rumah,maka dirumahlah diletakkan dasar perilaku dan sikap sosialnya kelak.Peletakan dasar – dasar sosial pada masa bayi berdasarkan dua alasan berikut ini . Pertama jenis perilaku yang diperlihatkan bayi dalam situasi sosial mempengaruhi penyesuaian pribadi sosialnya. Kedua,mengapa dasar – dasar sosial yang dini itu penting adalah bahwa sekali terbentuk dasar – dasar itu cenderung menetap jika anak menjadi lebih besar.
Pola perkembangan perilaku sosial , pola perilaku sosial dini mengikuti pola yang cukup dapat diramalkan meskipun  dapat terjadi perbedaan – perbedaan karena keadaan kesehatan atau keadaan emosi atau kondisi lingkungan.
Reaksi sosial  kepada orang dewasa
·         Dua sampai tiga bulan, bayi senang berada di dekat manusia dan tidak mau di tinggal sendiri.
·         Empat sampai lima bulan, bayi ingin digendong dan memberikan reaksi kepada seseorang yang memperhatikannya.
·         Enam sampai tujuh bulan, masa dimana bayi menunjukan keterikatan yang kuat kepada ibunya atau pengganti ibu dan berkurangnya keramahtamahan.
·         Delapan sampai Sembilan bulan, bayi meniru kata-kata isyarat dan gerakan dari orang dewasa.
·         Dua belas bulan, bayi bereaksi terhadap larangan.
·         Enam belas sampai delapan belas bulan, negativisme dalam bentuk keras kepala, ,melawan, ditujukan dengan ledakan amarah.
Reaksi sosial kepada bayi lain
·         Empat sampai lima bulan, bayi mencari perhatian dari bayi lain.
·         Enam sampai tujuh bulan, bayi trsenyum pda bayi lain dan menunjukan minat terhadap tangisannya.
·         Sembilan sampai tiga belas bulan, bayi mencoba meremasi rambut dan pakaian bayi lain, bekerja sama dalam menggunakan maianan meskipun ia cenderung bingung bila bayi lain mengambil mainannya.
·         Tiga belas sampai delapan belas bulan, bekerja sama dalam bermain dan mau berbagi rasa.
·         Delapan belas sampai dua puluh empat bulan, bayi lebih bermunay dengan bayi lain dan menggunakan bahan-bahan permainan untuk membentuk hubungan sosial dengannya.

2.10 Awal Tumbuhnya Minat Dalam Bermain

Terdapat ciri – ciri bermain tertentu yang khusus dalam masa bayi yang berbeda dengan ciri bermain anak – anak . Pertama , dalam permainan bayi tidak terdapat aturan – aturan . Dengan sendirinya permainan dipandang sebagai permainan spontan. Kedua , sepanjang masa bayi permainan lebih merupakan bentuk permainan sendiri dan tidak brsifat sosial. Ketiga ,jenis permainan bergantung pada pola – pola perkembangan dalam bidang – bidang tersebut. Keempat permainan bayi dapat dilakukan dengan tiap benda yang dianggap dapat merangsang rasa ingin tau dan menjelajah  . Dan kelima , permainan bayi ditandai oleh banyak pengulangan dan tidak banyak ragamnya .
Perkembangan bermain mengikuti suatu pola , bermain dalam tahun – tahun masa bayi banyak universal,terlepas dari adanya perbedaan lingkungan dan perbedaan individual. Pola bermain yang umum dari masa bayi adalah
·         Sensomotorik, bentuk permainan yang paling awal  misalkan menendang, mengangkat tubuh dan lain-lain.
·         Menjelajah, dengan koordinasi lengan dan tangan bayi mulai mengamati tubuhnya dengan menarik rambut, menghisap jari tangan dan kaki, dan lain-lain.
·         Meniru, dalam tahun kedua bayi mencoba meniru kelakuan orang yang ada disekitar mereka.
·         Berpura-pura, selama tahun kedua bayi memberikan sifat kepada mainannya seperti sifat yang sesungguhnya.
·         Permainan, sebelum brusia satu tahun bayi memainkan permainan tradisional dan dilakukan bersama keluarga.
·         Hiburan, bayi senang bila dinyanyikan,didongengi, dan melihat televise serta gambar-gambar.
Nilai bermain dalam masa bayi  , bermain memberikan kesempatan   bagi  banyak bentuk belajar  dua diantaranya yang sangat penting adalah pemecahan masalah dan kreativitas.






2.11 Perkembangan Pengertian

Bayi memulai kehidupan tanpa mengetahui sesuatu hal yang ada disekitarnya .Bayi menafsirkan pengalaman baru sehubungan dengan ingatannya tentang pengalaman sebelumnya . Perkembangan konsep merupakan hasil asosiasi dari arti dengan benda orang – orang dan situasi.Bayi memperlihatkan pengenalan orang dan benda yang dikenal dalam lingkungannya melalui reaksi yang menyenangkan seperti halnya ia memandang orang – orang dan benda – benda asing dengan rasa takut.
Bagaimana pengertian berkembang , presepsi pertama bayi diperoleh melalui penjelasan sensorik .Bayi memandang , meraba , mencium bau dan mengecap semua objek  yang dapat dijangakaunya.Dengan cara ini perhatian lebih terpusat dan diperoleh kesempatan untuk menemukan arti.Pada akhir tahun pertama di mulai tahap manipulasi dan bayi mencoba menemukan arti – arti baru pada setiap benda dan situasi yang aneh.Tahap ini dinamakan tahap sensomotorik dalam perkembangan konsep.Beberapa konsep penting yang berkembang dalam masa bayi:
·         Konsep ruang, selama tahun kedua bayi jarang meraih benda-benda yang jaraknya lebih dari 20 inci, yang menandakan bahwa ia dapat memperkirakan jarak biasanya dalam meraih benda arahnya tepat.
·         Konsep berat, bayi menganggap benda-benda yang kecil sebagai ringan dan benda-benda yang besar sebagai berat.
·         Konsep waktu, bayi tidak mengerti berapa lama waktu diperlukan untuk makan dan tidak mempunyai konsep tentang prjalanan waktu.
·         Konsep diri, psikologi berkembang didasarka kepada anggapan orang yang berarti tentang dirinya.Sebelum masa bayi berakhir pada umur dua tahun bayi akan mengerti bahwa ia anak laki-laki dan perempuan.
·         Konsep peran-seks, bayi telah mengerti konsep yang harus dilakukan dan dikatakan oleh kelompok laki-laki dan perempuan dan bagaimana harapan yang ditampilkan olehnya.
·         Konsep sosial, pada delapan bulan bayi memberikan reaksi kepada orang lain yang ditampilkan lewat ekspresi wajah.
·         Konsep keindahan, usia enam bulan sampai dua puluh empat bulan bayi mulai mengerti beberapa warna dan mengerti mana yang bagus dan tidak bagus.
·         Konsep kelucuan, pada usia empat bulan bayi menganggap maina, suara, atau ocehan sebagai lucu.


2.12 Permulaan Moralitas
Bayi tergolong nonmoral , tidak bermoral maupun tidak amoral,dalam artian bahwa perilakunya tidak dibimbing norma – norma moral.  Ia akan mempelajari  kode moral dari orang tua dan kemudian dari guru dan orang – orang di sekitarnya.
Dasar – dasar yang diletakan dalam masa bayi dan berdasarkan inilah bayi membangun kode – kode moral yang membimbing perilakunya bila telah menjadi besar nantinya .Tahap ini berakhir sampai usia tujuh atau delapan tahun dan ditandai oleh kepatuhan otomatis kepada aturan tanpa penilaian.
Peranan disiplin dalam masa bayi , tujuan utama dari disiplin adalah mengajarkan kepada anak , apa yang menurut dan dianggap kelompok social sebagai benar dan salah , dan mengusahakan agar ia bertindak sesuai dengan pengaturan ini.Dengan disiplin yang ketat yang  meliputi pemberian hukuman atas tindakan yang salah.Sebelum bayi di berikan hukuman karena melakukan kesalahan bayi harus belajar tentang benar atau salah.

2.13 Permulaan  Penggolongan Peran-Seks
Bayi digolongkan sebagai laki-laki dan perempuan sebelum tahun pertama berakhir penggolongan peran-seks sudah meluas sampai pengaturan kamar bayi,pakaian –pakaian yang dikenakan , jenis permainan ,dan yang terpenting adalah cara bayi diperlakukan oleh orang tua dan orang-orang yang berarti dalam kehidupan.Anak laki-laki lebih banyak mengalami tekanan dalam hal menampilkan diri dan perilaku yang sesuai dengan kelompoknya dibandingka anak perempuan.Perilaku peran-seks yang baik telah ditetapkan meskipun stereotip peran-seks yang menjadi petunjuk untuk penggolongan ini masih sangat asing bagi bayi . Ia berperilaku sesuai atau tidak sesuai dengan peran –seksnya karena diajarkan dan didorong untuk melakukan hal-hal itu tanpa dimengerti.

2.14 Hubungan Keluarga
Hubungan antarkeluarga mempunyai peran yang penting dalam menentukanpola sikap –sikap dan perilakunya kelak dalam hubungannya dengan orang lain.Bukti pentingnya hubungan orang tua- anak ada tiga bukti  yaitu,
·         Kurangnya kasih sayang
·         Perilaku akrab
·         Besarnya keluarga

Perubahan dalam hubungan keluarga , dalam masa bayi perubahan berlangsung cepat dan cenderung memburuk .Banyak kondisi yang menyebabkan perubahan  dalam hubungan keluarga  , tetapi yang terpenting adalah masing-masing anggota keluarga mengalami perubahan .Sebab-sebab umum perubahan dalam hubungan keluarga selama masa bayi:
·         Konsep anak imppian, jika bayi memenuhi pengertian anak impian dari orang tua dan saudaranya dalam hal penampilan dan perilaku, maka hubungan keluarga akan semakin baik, jika tidak hubungan itu akan merosot.
·         Tingkat ketergantungan, jika ketergantungan total salah satu sifat yang sangat menarik pada bayi yang berkurang, bayi menjadi lebih sulit dan menuntut sehingga kurang menarik.
·         Kekhawatiran orang tua, kebanyakan orag tua khawatir dengan pertumbuha anknya mereka takut jika perilaku anaknya berbeda dengan bayi yang lainnya. Bayi akan marah jika terlalu banyak kekangan.
·         Cara mendidik anak, yang keras maupun yang lembut akan mempengaruhi hubungan orang tua dan anak.
·         Ibu yang bekerja, bayi cenderung merasa ditelantarkan dan ditolak perasaan yang mengakibatkan hubungan orang tua dan anak yang tegang.
·         Ibu yang terlampau sibuk,bayi akan cenderung tegang dan gelisah karena merasa kurang diperhatikan.
·         Lahirnya adik, kelahiran saudara bayi akan membuat bayi merasa dikucilkan dan diabaikan.
·         Hubungan dengan kakak, Saudara yag lebih tua menganggap saudara barunya sebagai pengganggu,dalam kesehariannya,dan harus turut membantu merawatnya.
·         Anggota-anggota tertentu yang lebih disukai,sebelum ulang tahun pertama bayi telah menunjukan adanya anggota kelurga tertentu yang lebih disukai,biasanya ibu atau kakak yang membantu merawatnya.

2.15 Perkembangan Kepribadian Dalam Usia Bayi

Potensi untuk perkembangan kepribadian sudah ada pada waktu lahir seperti ditekankan oleh Thomas dan kawan-kawan , “Kepribadian dibentuk oleh tempramen dan lingkungan yang terus menerus saling mempengaruhi.”
Masa bayi periode kritis dalam perkembangan kepribadian,masa bayi sering disebut ” periode kritis “ dalam perkembanagan kepribadian karena pada saat ini diletakan dasar dimana struktur kepribadian dewasa akan dibangun.
Perubahan pola kepribadian pada masa bayi , perubahan dapat bersifat kuantitatif . Yaitu menguat atau melemahnya sifat yang sudah ada atau bersifat kualitatif,yaitu sifat yang secara social kurang baik digantikan oleh sifat social yang kurang baik . Namun sebagian besar perubahan kepribadian bersifat kuantitatif.

2.16 Bahaya Dalam Masa Bayi
Karena masa bayi merupakan dasar maka masa khususnya merupakan masa berbahaya .Bahaya itu dapat berupa bahaya psikologis dan bahaya fisik,atau keduanya.

Bahaya fisik

·         Kematian,selama tahun pertama kematian biasanya disebabkan oleh penyakit yang parah ,sedangkan tahun kedua disebabkan oleh kecelakaan .
·         Kematian Ranjang , ada beberapa bukti yang menunjukan bahwa hal ini umum terjadi pada bayi yang mengalami ketidaknormalan dalam bernafas atau yang mempunyai kondisi tidak normal pada waktu lahir seperti sakit kuning, dll.
·         Penyakit , kematian dalam bulan – bulan pertama disebabkan karena penyakit seperti gastrointestinal atau komplikasi pernafasan.
·         Kecelakaan,pada tahun kedua pada saat bayi bergerak lebih bebas dan tidak sangat dilindungi ,kecelakaan lebih sering terjadi.
·         Kurangnya Gizi ,  disebabkan karena kurang makan atau diet yang tidak seimbang.
·         Dasar untuk menjadi gemuk , ada bukti bahwa bayi yang gemuk adalah bayi yang sehat akan tetapi menurut kesehatan bayi yang terlampau  gemuk cenderung mudah menderita penyakit gula dan penyakit jantung ketika ia menjadi besar.
·         Kebiasaan fisiologis , yang terpenting seperti kebiasaan makan, bayi yang menetek lebih lama menunjukan tanda-tanda tegang lebih lama terlibat dalam penghisapan,mengalami kesulitan tidur, sedangkan bayi yang menetek lebih cepat berhenti cenderung akan menghisap ibu jari sebagai pengganti putting susu,bayi juga akan menolak makanan yang keras. Kebiasaan tidur, menangis dan ermainan yang berat yang membuat bayi tegang akan membuat bayimenjadi tegang dan sulit tidur. Dan pembuangan,kebiasaan ini tidak dapat dibentuka sebelum saraf-saraf dan otot-otot berkembang dengan baik.
Bahaya psikologis
·         Bahaya dalam perkembangan motorik, jika perkembangan motorik  terlambat bayi akan sangat dirugikan pada saat ia mulai bermain dengan teman sebayanya.
·         Bahaya dalam berbicara , sama seperti  perkembangan motorik anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara akan merasa dikucilkan.
·         Omongan  bayi, salah ucap yang terus berlangsung menghasilkan kebiasaan pengucapan kata yang salah ketika bayi memasuki kanak-kanak dan menemukan teman bermainnya tidak dapat mengerti atau mengejek karena ia “ bicara seperti bayi.”
·         Bahaya emosi , terdapat empat bahaya psikologis umum yang timbul dalam perkembangan emosi yaitu kurangnya kasih sayang,bayi yang tidak diberi kesempatan yang normal untuk bisa merasakan hal yang normal terutama kasih sayang secara fisik tidak berkembang. Tekanan,dimana keaeaan emosi yang kurang baikyang berlangsung lama seperti takut, dan marah dapat menyebabkan perubahan yang mengganggu keseimbangan tubuh. Terlampau banyak kasih sayang, akan mendorong bayi untuk memusatkan perhatian kepada dirinya sendiri dan menjadi terikat pada diri sendiri serta mementingkan diri sendiri.Emosi yang kuat, kondisi lingkungan bayi mendorong perkembangan emosi tertentu dan menyampingkan emosi lain.
·         Bahaya sosial , kurangnya kesempatan dan motivasi untuk belajar menjadi sosial.
·         Bahaya bermain , bermain dalam masa bayi merupakan bahaya potensial , baik secara fisik maupun psikologis.
·         Bahaya dalam pengertian ,merupakan tahap perkembangan yang masih sangat sederhana namun dapat merupakan bahaya psikologis yang serius.
·         Bahaya moralitas , terjadi bila bayi mendapatkan perhatian kalau dia melakukan Sesuatu yang mengganggu atau melawan orang lain.
·         Bahaya hubungan keluraga,karena keluarga merupakan social yang utama, maka setiap kondisi yang kurang baik dapat menpengaruhi bahaya psikologisnya.Bahaya tersebut antara lain perpisahan dengan ibu, akan mengembangkan perasaan tidak aman yang ditampilka dalam gangguan kepribadian yang dapat merupakan dasar drai kesulitan penyesuaian diri kelak.Gagal mengembangkan perilaku akrab, akan mengalami perasaan tidak amn separti apabila ia dipisahkan dengan ibu atau pengganti ibu.Merosotnya hubungan keluarga, bayi merasa tidak dicintai  dan ditolak yakni perasaan yang mengembangkan kebencia dan rasa tidak aman.Terlampau melindugi, bayi akan menjadi sangat tergantung dan takut melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh seorang bayi.Latihan yang tidak konsisten, akan memperlambat bayi dalam mempelajari perilaku yang besar. Penganiayaan anak, yang dapat memancing penyaluran rasa marah, benci, dan emosi-emosi buruk lainnyayang berasal dari hubungan orang tua.
·         Bahaya dalam perkembangan kepribadian, konsep diri yang sedang berkembang merupakan cerminan dari tanggapan bayi tentang dirinya.


2.17 Kebahagiaan Pada Masa Bayi

Tahun pertama memang merupakan salah satu masa yang paling bahagia dalam rentang kehidupan.Pada tahun kedua hampir setiap bayi merasa kurang bahagia dibandingkan dengan tahun lalu.Ada saatnya bayi merasa tidak bahagia menjelang berakhirnya  masa bayi.Kondisi mana yang lebih kuat bergantung kepada banyaknya penyebab yang menjadikan bayi tidak bahagia ataupu bahagia.
Sebab-sebab ketidak bahagiaan pada masa bayi:
·         Kesehatan yang buruk, dia tidak akan merasa normal sehingga cenderung  mudah rewel. Dalam kondisi ini tidak mungkin bayi akan merasa bahagia.
·         Tumbuhnya gigi, menimbulkan rasa tidak enak secara berkala adakalanya benar-benar sakit dan membuat bayi cenderung mudah marah, rewel dan negativstik.
·         Keinginan mandiri, bayi akan menolak bantuan dari orang lain karena bayi menganggap mampu melakukannya.
·         Meningkatnya kebutuhan kasih sayang,dengan bertambahnya waktu jaga bayi menghendaki perhatian lebih banyak dari orang-orang lain.
·         Kecewa dengan peran orang tua, pada saat bayi memasuki tahun kedua, tidak jarang orang tua yang agak kecewa dengan peran mereka yang sebelumnya sangat mengagungkan peran itu.
·         Permulaan disiplin, usaha menanamkan disiplin biasanya dimulai dengan menepuk, memukul, kata-kata kasar, dan ekspresi wajah yang marah.
·         Penganiayaan anak, ia akan hidup dalam ketakutan akan siksaan dari orang-orang yang mengasuhnya.
·         Meningkatnya kebencian antarsaudara, dalam keluarga besar dimana perawatan bayi sering diserahkan kepada kakak perempuannya, bayi mengalami masa tidak bahagia karena bayi sadar dengan perasaan kakaknya dan tidak menyukai peran kakak sebagai pengganti orang tua.

0 komentar:

Poskan Komentar